Beberapa hari lalu saya mendapat kiriman dua edisi majalah baru dari seorang sahabat wartawan senior di Jakarta.  Majalah tentang Batak yang bernama "Tatap" ini menarik dan jelas berbeda dengan majalah sejenis yang banyak bermunculan akhir-akhir ini. Banyak majalah tentang Batak tetapi berujung pada hanya satu sub etnik saja, sehingga tidak dapat meninjau Batak secara keseluruhan. Majalah Tatap yang dengan tegas mencantumkan kelima sub etnik Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun dan Toba pada cover dan dapat diharapkan tercermin dalam isi.
    Kata "Tatap" sendiri dipakai sebagai nama karena dapat dijumpai dalam dialek kelima etnik, yang artinya 'lihat' . Maknanya kurang lebih, melihat dengan hati dan rasa peduli. Redaksi dikomandani oleh Jansen H.Sinamo, yang terkenal sebagai pakar sumberdaya manusia, P.Hasudungan Sirait (pentolan Aliansi Jurnalis Independen), Edward Tigor Siahaan (jagoan fotografi), Martin Lukito Sinaga (pendeta dan teolog dengan pikiran-pikiran segar), Benget Tinambunan, Hans Miller Banureah dan Nabisuk Naipospos (wartawan senior koran terbesar di ibukota).
    Dalam pengantar dari redaksinya, cukup kelihatan ambisi majalah dwibulanan ini yaitu,"...media ini sebagai majalah budaya yang serius, mengetengahkan isu utama setuntas dan seindah The New Yorker dan ...sepadat, seringkas dan selengkap The Economist.." Tatap edisi perdana Agustus 2007 diedarkan persis pada tanggal 17 Agustus dan hebatnya... dibagikan di Istana sehabis upacara tujuhbelasan, dengan thema pendidikan sebagai sihir yang merubah hidup orang Batak secepat kilat. Edisi Oktober menyoroti kiprah orang Batak di gelanggang perpolitikan nasional.
    Penyajian Tatap cukup berbobot dan menarik. Perwajahan dan tata letaknya sederhana namun memberi kesan kuat. Foto-fotonya artistik. Hal yang mungkin kita kuatirkan apakah Tatap tidak berakhir sama seperti majalah budaya serius yang cepat bubar dan kalaupun berjalan seperti kerakap tumbuh di batu karena pembacanya yang terbatas.  Menurut saya kalau Tatap bisa melewati tiga tahun pertama maka bisa diharapkan majalah ini akan semakin kuat, berpengaruh bahkan bisa jadi referensi serta dilirik para pengambil keputusan. (ama pardomuan)

__________________

bagi yang berminat dapat menghubungi Majalah Tatap
alamat redaksi Jl Pulogebang Permai G-11 No 12 Jakarta 13950, Tel 4801515 FAX 4800 429
email : majalahtatap@yahoo.com
harga Rp 25,000.-

wsaragih wrote on Oct 20, '07
Katanya majalah ini bisa jadi NG-nya orang Batak...
Mudah2an.
reylusi wrote on Oct 20, '07
wao salut buat org batak yg buat majalahnya
mamamummy wrote on Oct 20, '07
Seharusnya orang batak itu bukan hanya 'cuma' punya majalah sendiri tapi juga punya negara sendiri..pasti maju deh soalnya ambisinya kan tinggi ya..eh atau sebaliknya ya malah tambah 'kacau-balau' karena setiap orang mau jadi pemimpin tak mau dipimpin...ha..ha...halak hita..halak hita..ck..ck...ck...
cmoniquee wrote on Oct 20, '07
setujuuuuuuuuu....! btw majalah nya memakai bahasa Indonesiakah ito???
cactuscentil wrote on Oct 20, '07
Pengen bacanya..gimana ya caranya?Think emoticon
sibabiat wrote on Oct 21, '07
Wahh, udah terbit yah majalah ini...boleh juga ini dikoleksi bah.
mauliate infonya.
ozagmalorenzo wrote on Oct 21, '07
Salute...!!!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.