Blog EntryPaham Kekuasaan TobaSep 8, '07 2:56 AM
for everyone
    Pada post sebelumnya sudah disebutkan Si Raja Batak mempunyai dua putra, Tatea Bulan (Ilontungan) dan Isumbaon (Sumba). Belahan Tatea Bulan dan Isumbaon juga menunjukkan adanya distribusi kekuasaan. Mulajadi na bolon turun ke Pusuk Buhit lalu menyerahkan dua pustaha (kitab kulit kayu), pertama ‘Pustaha Agong berisikan petunjuk-petunjuk kerohanian, kebatinan dan hadatuan (ilmu magic dan pengobatan) diserahkan kepada Tatea Bulan, dan Pustaha kedua adalah ‘Pustaha Tumbaga merupakan pedoman pemerintahan diwariskan kepada Isumbaon. Dengan perkataan lain, Tatea Bulan memiliki kekuasaan religius/keagamaan dan Isumbaon memegang kekuasaan sekuler/keduniawian. Dalam perkembangannya pembagian ini tidak terkait lagi dengan kelompok marga yang merujuk pada marga-marga asalnya, Tatea Bulan dan Sumba, karena kelompok marga Tatea Bulan dapat memegang soal sekuler dan sebaliknya marga-marga dari Isumbaon boleh juga memegang kekuasaan religius. Kekuasaan sekuler adalah penyelenggaraan kekuasaan sehari-hari  yang dijalankan oleh kepala-kepala sekuler (raja huta/horja dan dewan bius) sedang kekuasaan religius/spiritual oleh kelompok pendeta (parbaringin).  Tetapi dari mitos jelas asal-usulnya adalah dari pengertian dua belahan yang disimbolkan dengan tanduk kepala kerbau.
    Kepala-kepala sekuler (raja huta) memegang kekuasaan sehari-hari di wilayah desa (huta) kekuasaannya. Dia melaksanakan pemerintahan, membagi tanah garapan untuk keperluan warga desa, menyelesaikan perselisihan kecil antar warga, menentukan batas dimana ternak (kerbau) boleh merumput, dsb.  Dalam urusan pesta keagamaan, parbaringin yang juga adalah warga desa  melaksanakan perannya.  Parbaringin menentukan dan memimpin upacara – upacara tahunan, menentunkan hari kapan mulai kesawah dan kapan memanen, memberi petunjuk-petunjuk kepada raja huta dalam pelaksanaan kekuasaannya.
    Dalam pemahaman orang Toba kekuasaan selalu terkait dengan ‘sahala’.  Arti sahala sulit diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tetapi Andar Lumbantobing mencoba mensejajarkannya dengan pengertian ‘manna’ dalam kebudayaan Polinesia.  Sahala kurang lebih diterjemahkan sebagai 'wibawa' yang melekat pada seseorang, bahkan sampai ia mati sahalanya tetap hidup.  Jadi dalam konteks kekuasaan maka para pejabat sekuler dan pejabat adalah orang yang menerima dan memiliki sahala dari Mulajadi.  Sahala bisa juga bertambah dengan kekayaan dan banyaknya keturunan serta umur panjang.  Ketika dilangsungkan upacara kematian seseorang yang telah uzur dan beranak pinak, maka keturunannya 'mangondasi' , meletakkan tangannya berulang-ulang diatas mayat dan menarik- narik kedadanya. Tujuannya adalah agar sahala orang yang meninggal bisa berpindah padanya.


17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
cactuscentil wrote on Sep 8, '07
Interesting posted.
cmoniquee wrote on Sep 8, '07
tapi orang batak ada keras kepalanya ya to (kayak aku ini..hi..hi..) kenapa itu apakah ada hubungannya dengan sejarah diatas ?

( tak ada kaitan dengan tulisan ini, alias ga nyambung ye ?)
marcodaniel wrote on Sep 8, '07
Mungkin sahala bisa diartikan juga dengan berkat,karunia.
Aku tidak setuju dengan ritual mangondasi, karena sahala/berkat/karunia itu asalnya bukan dari manusia terlebih orang yang sudah meninggal. Bukankah berkat/karunia itu adalah pemberian Tuhan bagi kita?
butetaruan wrote on Sep 8, '07
sekedar numpang tanya nich Bapa Pardomuan, Parmalim itu dikelompokkan di bagian mana yach.
ozagmalorenzo wrote on Sep 9, '07
Sahala bisa juga diartikan Jiwa
rusxoxogultom wrote on Sep 9, '07
Aku setuju dengan ritual mangondasi dengan alasan sebagai ucapan sukur bahwa kita sudah diberi waktu hidup bersamanya. Tapi kalau mangondasi itu didasari dengan alasan menerima "sahala" dari mayat tersebut..aku tidak sehati dan sejiwa dengan itu. Btw, Ito punya video mangondasi ..ato manortor batak dan sejenisnya? saya lihat di Youtube semua tor tor nya sudah jadi tor tor " nano nano" alias bukan asli BATAK lagi. Thanx sebelumnya...Horas jala Gabe !
Comment deleted at the request of the author.
sondanglaw wrote on Sep 9, '07, edited on Sep 9, '07
- cmoniquee, posts mengenai batak sebelumnya adalah prolog untuk tulisan berikut yang masih berlanjut trusss..ha..ha
- marcodaniel & ozagma, pengertian 'sahala' saya mengikuti andar lumbantobing. Sahala berasal dari Mulajadi..tapi bisa dikembangkan kekuatannya oleh usaha manusia sendiri. Maka sahala tidak sama dengan jiwa dan bukan semata berkat, karena ada peran manusia yang makin besar sahalanya dengan bertambahnya kekayaan, pangkat,banyaknya turunan dsb. Sahala bersifat abadi.
- Ritual mangondasi mau setuju atau tidak, itu tergantung interprestasilah...

butetaruan,
Parmalim adalah suatu gerakan yang timbul setelah gugurnya Singamangaraja XII.Mereka rindu akan kembalinya suatu zaman keemasan Batak kelak.Ini semacam gerakan yang dikenal dalam historiografi sebagai 'millenarian
movement' atau gerakan Ratu Adil. Kemungkinan dipelopori oleh Guru Somalaing.yang sangat prihatin atas hancurnya kepercayaan lama karena serbuan pemerintah kolonial dan masuknya agama kristen. Jadi awalnya adalah gerakan politik dan pembangkangan. Belakangan setelah kita merdeka menjadi bersifat murni keagamaan. Kepercayaan Parmalim bersumber pada kepercayaan Batak purba yang bercampur dengan Hindu, Katolik dan ada juga pengaruh Islam.
Comment deleted at the request of the author.
sondanglaw wrote on Sep 9, '07
rusxoxo, tak punya aku ito bah mangondasi itu
marcodaniel wrote on Sep 11, '07
Penasaran aku dengan pengertian sahala.Sampai ngeliat Kamus Batak Toba.
Mungkin pengertian dibawah ini bisa membantu ya???
Sahala, kemuliaan, kharisma, hikmat, kesaktian, wibawa, kebesaran otoritas, penuh kesaktian; marsahala, mempunyai kemuliaan, kebesaran, otoritas; ndang marsahala ibana mangarajai, tak berwibawa dia memerintah.
Kalau bisa kusimpulkan pengembangan atau sahala dalam arti yang lebih luas : Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon.

"Jadi dalam konteks kekuasaan maka para pejabat sekuler dan pejabat adalah orang yang menerima dan memiliki sahala dari Mulajadi"
Kalau seseorang tidak menjabat lagi atau menyalahgunakan jabatan/kuasa yang ada padanya sehingga tidak menjabat lagi, apakah dalam hal ini dapat dikatakan sahala itu bersifat abadi?
ozagmalorenzo wrote on Sep 11, '07
Setubuh ehhh Setuju Ito.
sondanglaw wrote on Sep 12, '07
"abadi" dlm arti si mati juga masih punya sahala..
sahala bisa juga diperoleh dari hula-hula..
oliverhs3000 wrote on Sep 19, '07
Sahala itu nama orang kali ya...

Sahala, wibawa. Marsahala, berwibawa, bersinar.

Mangondasi, dalam konteks kekinian lebih kepada prosesi saja, bukan mau cari sahala, walaupun sejarahnya begitu, tapi orang batak sekarang sudah berubah.
sondanglaw wrote on Sep 20, '07, edited on Sep 20, '07
-banyak memang org Batak pake nama /sahala/
-correct, pemberian makna baru utk tradisi lama
harlenmanurung wrote on Sep 26, '07
Kalo sahala dilihat sebagai sebuah benda ( diturunkan / diperoleh dari hula-hula), kayaknya kurang cocok. Menurut pemikiran saya yang tak seberapa ini, Debata Mulajadi Nabolon sudah memberikan sahala pada semua orang dengan kesempatan yang sama (bukan hanya pada golongan tertentu/datu). Yaitu melalui ruhut/aturan, pengetahuan dan nilai nilai yang ada ditengah2 kita. Tetapi tidak semua orang melihat maupun mau menerima sahala itu. Karena memang sulit. Karena orang yang ingin memiliki sahala harus melaksanakan ruhut/aturan dan mnjunjung tinggi nilai2 kehidupan.
Dalam kehidupan sehari2 sudah jarang kita jumpai.
Apalagi ditengah banyaknya kepentingan pribadi dan pengaruh lingkungan.
Kalo mengenai sahala orang yang meninggal, memang akan tetap ada. Tetapi sebagai teladan bagi kita yang ditinggalkannya.

Beta rap hita mangalap sahala ni hita be.
Cemmana? Kepanjangan dan serius kayaknya ya..?
Horas..

cmoniquee wrote on Sep 27, '07
-banyak memang org Batak pake nama /sahala/
-correct, pemberian makna baru utk tradisi lama
tulangku namanya Sahala, memang marsahala kali mukanya, ganteng...banget, bukannya bangga cuman emang tulangku yang satu ini cakep deh.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.