Blog Entry>> ORANG BATAK MAKAN ORANG ??<<Sep 1, '07 7:53 AM
for everyone
    Ungkapan orang Batak makan orang dulu sering diucapkan untuk mengejek. “Batak berekor” mungkin juga berkaitan dengannya, karena mamalia dan karnivora yang makan daging ternyata berekor!  Anehnya, orang Batak sendiri agaknya tidak merasa terhina dengan ejekan itu, malah mengambil manfaat dan mempergunakannya untuk menakut-nakuti.  Betulkah orang Batak makan daging manusia, kanibal dan antropofagi ?? Darimana asal usul ungkapan “Orang Batak makan orang ?”
    Mari kita telusuri.  Sampai saat ini catatan yang paling tua yang bisa kita temukan adalah tulisan William Marsden dalam buku History of Sumatra.  Marsden menulis berdasarkan catatan yang dibuat oleh Gilles Holloway, residen penguasa Inggris yang berpangkalan di pulau Poncan Ketek tidak jauh dari Sibolga sekarang.  Tahun 1772 Holloway dan seorang ahli botani Charles Miller melakukan perjalanan ke daerah pedalaman, yang mereka sebut “Batta Country” (Negeri Batak).  Mereka ingin mencari kayumanis dan meneliti geografi. Setelah perjalanan menyusuri sungai Pinang Sori ke hulu mereka tiba di suatu desa dan disambut baik oleh raja setempat.  Rombongan pendatang dijamu oleh tetua dan warga.
Dicatat Miller “…in the sapiyau (sopo = lumbung padi) in which raja receives stranger we saw a man’s skull hang up, which he told us was hung there as a trophy, it being the skull of an enemy they had taken prisoner, whose body (according to the custom of the Battas) they had eaten about two months before…”  Tengkorak yang dilihat Miller digantung di ‘sopo’ adalah tengkorak musuh yang dibunuh.  Tetapi pemandu yang menemani Miller menambahkan bumbu bahwa dagingnya sudah dimakan dua bulan lalu.  Dia mau menakut-nakuti Miller dan rombongan.  Selanjutnya cerita Miller ini ditambah-tambahi lagi oleh para penulis Barat kemudian.  
    Tahun 1834 Munson dan Lyman, dua misionaris Amerika tewas dibunuh di cegat penduduk di Lobu Pining, Silindung.  Peristiwa ini terjadi karena ada ke salah-pahaman.  Seorang ibu secara tidak sengaja tertembak oleh pengiring dalam rombongan. Penduduk lalu mencegat dan membalas.  Dalam perjalanan sebelumnya kedua misionaris selalu disambut ramah dan di jamu disetiap kampung.  Tetapi oleh Belanda, yang sedang merencanakan ekspansi ke tanah Batak memberi banyak bumbu cerita yang menyeramkan.  
    Seorang eksentrik ahli bahasa, Van der Tuuk, diutus oleh Perkumpulan Alkitab Belanda ke tanah Batak untuk mempelajari bahasa Batak.  Posnya ada di Barus.  Tahun 1853 dia berhasil masuk ke jantung tanah Batak – ke Bakkara – pusat kekuasaan lembaga Singamangaraja.  Cuma hanya beberapa hari tinggal di Bakkara karena warga mulai mecurigai tindak tanduknya.  Warga mengusirnya.  Van der Tuuk membuat lagi catatan perjalanan dan mengatakan “nyaris dimakan” penduduk.  Hal yang lazim, untuk menunjukkan keberaniannya kepada badan zending.
    Bahan-bahan diatas disebarluaskan sedemikian rupa.  Tujuannya untuk dipakai sebagai pembenaran ekspansi.  Pemerintah kolonial dan badan zending punya landasan kuat untuk segera memulai pekerjaan "menyebarkan peradaban" dan "mempertobatkan" orang Batak.  Maka meluas cerita orang Batak makan orang. (ama pardomuan)

<< sebelumnya (previous)

55 CommentsChronological   Reverse   Threaded
joronald wrote on Sep 1, '07
dasar BATAK!!!!!

hueuheuheuhue...

boru apa to? :))
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
ndang boru...lae do...he..he
ozagmalorenzo wrote on Sep 1, '07
Sama dengan Orang Batak Di Jakarta...
Sarupa Batak alai marsitikaman Supir Metro mini dohot Supir Metro Mini, Suang songoni tu Copet halak Batak...Batak pe di rampok do !!
gadaman wrote on Sep 1, '07
Sebenarnya suku Batak dulunya ada melakukan praktek kanibalisme, tapi hanya musuh yang tertangkap dan dibunuh, dagingnya dicampur dengan daging kerbau dan dimakan bersama oleh para tentara yang ikut berperang. Mitosnya untuk menambah keberanian para tentara melawan musuh.
Kisah ini bisa dikonfirmasi apabila kita berkunjung ke Tomok - Pulo Samosir. Masih ada batu monumen yang dipakai untuk memotong musuh tsb di sana.
Anyway, itu cerita dulu-dulu sekali, sekarang malah sudah banyak suku Batak yang nggak mau makan anjing, babi (walaupun kristen) ... bahkan ada yang sudah vegetarian ....
Bukan berarti suku Batak semakin hilang karakter "Gunung" nya, tapi karena mereka bisa cepat mengerti dan mau melakukan yang terbaik buat zaman sekarang.

Aku jadi ingat lelucon, ceritanya di Sudaco (oplet atau metromini kalau di Jawa), ada 2 orang Ibu, yang satu dari suku Jawa yang satu lagi dari suku Batak,
Ibu Jawa: Ibu orang Batak ya?
Ibu Batak: Iya eda, kenapa rupanya?
Ibu Jawa: Kenapa ya orang Batak semua daging dimakan, dari tikus sawah, anjing, babi, celeng dll?
Ibu Batak: Kenapa rupanya? (sambil cemberut karena merasa nggak suka ditanya begitu)
Ibu Jawa: Iya, kan masih banyak ayam, bebek, kerbau, kambing yang lazim di makan orang?
Ibu Batak: (dengan wajah di kalem2 in ... cool face kata anak sekarang) Sebenarnya ya Bu, karena dilarang pemerintahnya, kalau tidak ... Ibu pun ku makan ...
(si Ibu Jawa pun langsung mencet bel supaya sudaco nya berhenti biar bisa turun dia, padahal tujuannya masih sejauh 10 tonggak listrik lagi ... takut kali dia digigit namboru kita itu)

NB: masih aktif nggak group 'Pakter Tuak, nai Malvinas dllnya.?

Salam,
Manurung
mthnovita wrote on Sep 1, '07
nice story... tapi ngomong2 kok aku baru tahu ya ada mitos orang batak makan orang... hehehe.. setahuku sangsang... heheh enaaaak seeh
jegez wrote on Sep 1, '07
ikutan donk makan orang :))))))
sondanglaw wrote on Sep 1, '07, edited on Sep 1, '07
thk for ur long reply gadaman..
Saya masih belum bisa memperoleh bukti orang batak makan orang..
ada di quote marsden dalam bukunya diatas tulisan dari Niccolo di Conti thn 1500an tapi di Conti juga bilang "katanya"..
Pemandu turis di seputar kuburan (sarcofag) di Tomok menurut saya cuma menutur ulang satu legenda (turi-turian), bukan fakta sejarah (sama seperti pemandu Miller diatas)..
* ha..ha .ha...untung tak dimakan namboru langsung di sudaco..

-- kurang tahu soal group pakter tuak dan nai malvinas..
ok mauliate lae manurung--
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
nice story... tapi ngomong2 kok aku baru tahu ya ada mitos orang batak makan orang... hehehe.. setahuku sangsang... heheh enaaaak seeh
ha..ha.. sangsang bukan mitos -- tapi fakta .. fakta lezzzat!
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
jegez said
ikutan donk makan orang :))))))
tapi janji ya lae...sikiiit aja ya... nanti ditangkap polisi!
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
Sama dengan Orang Batak Di Jakarta...
Sarupa Batak alai marsitikaman Supir Metro mini dohot Supir Metro Mini, Suang songoni tu Copet halak Batak...Batak pe di rampok do !!
bagaimana kalo blog berikut "sosiologi copet Batak"
gadaman wrote on Sep 1, '07
Aku yakin bukan mitos ... itu terjadi di jaman dulu... jauh sebelum agama masuk ke tapanuli ...
gadaman wrote on Sep 1, '07
Dimulai dengan daging monyet dulu lae ... kalau suka, baru beranjak ke 'human flesh' ...
Aku lupa rasanya (udah lama sekali ... > 20 years ago) tapi bisa ku garansi daging monyet rasanya enak ( ...tapi kalau bisa jangan tahu dulu sebelum dimakan ...) ...
rinabananarama wrote on Sep 1, '07
gadaman said
Sebenarnya suku Batak dulunya ada melakukan praktek kanibalisme, tapi hanya musuh yang tertangkap dan dibunuh, dagingnya dicampur dengan daging kerbau dan dimakan bersama oleh para tentara yang ikut berperang. Mitosnya untuk menambah keberanian para tentara melawan musuh.
Kisah ini bisa dikonfirmasi apabila kita berkunjung ke Tomok - Pulo Samosir. Masih ada batu monumen yang dipakai untuk memotong musuh tsb di sana.
Anyway, itu cerita dulu-dulu sekali, sekarang malah sudah banyak suku Batak yang nggak mau makan anjing, babi (walaupun kristen) ... bahkan ada yang sudah vegetarian ....
Bukan berarti suku Batak semakin hilang karakter "Gunung" nya, tapi karena mereka bisa cepat mengerti dan mau melakukan yang terbaik buat zaman sekarang.

Aku jadi ingat lelucon, ceritanya di Sudaco (oplet atau metromini kalau di Jawa), ada 2 orang Ibu, yang satu dari suku Jawa yang satu lagi dari suku Batak,
Ibu Jawa: Ibu orang Batak ya?
Ibu Batak: Iya eda, kenapa rupanya?
Ibu Jawa: Kenapa ya orang Batak semua daging dimakan, dari tikus sawah, anjing, babi, celeng dll?
Ibu Batak: Kenapa rupanya? (sambil cemberut karena merasa nggak suka ditanya begitu)
Ibu Jawa: Iya, kan masih banyak ayam, bebek, kerbau, kambing yang lazim di makan orang?
Ibu Batak: (dengan wajah di kalem2 in ... cool face kata anak sekarang) Sebenarnya ya Bu, karena dilarang pemerintahnya, kalau tidak ... Ibu pun ku makan ...
(si Ibu Jawa pun langsung mencet bel supaya sudaco nya berhenti biar bisa turun dia, padahal tujuannya masih sejauh 10 tonggak listrik lagi ... takut kali dia digigit namboru kita itu)

NB: masih aktif nggak group 'Pakter Tuak, nai Malvinas dllnya.?

Salam,
Manurung
Sorry nyeletuk: Jangan marah ya.. kalo tak salah "Gadaman" itu artinya kurapan akibat sakit Lepra . Huahahahahah...
stego wrote on Sep 1, '07
gadaman said
Sebenarnya suku Batak dulunya ada melakukan praktek kanibalisme, tapi hanya musuh yang tertangkap dan dibunuh, dagingnya dicampur dengan daging kerbau dan dimakan bersama oleh para tentara yang ikut berperang. Mitosnya untuk menambah keberanian para tentara melawan musuh.
Kisah ini bisa dikonfirmasi apabila kita berkunjung ke Tomok - Pulo Samosir. Masih ada batu monumen yang dipakai untuk memotong musuh tsb di sana.
Anyway, itu cerita dulu-dulu sekali, sekarang malah sudah banyak suku Batak yang nggak mau makan anjing, babi (walaupun kristen) ... bahkan ada yang sudah vegetarian ....
Bukan berarti suku Batak semakin hilang karakter "Gunung" nya, tapi karena mereka bisa cepat mengerti dan mau melakukan yang terbaik buat zaman sekarang.

Aku jadi ingat lelucon, ceritanya di Sudaco (oplet atau metromini kalau di Jawa), ada 2 orang Ibu, yang satu dari suku Jawa yang satu lagi dari suku Batak,
Ibu Jawa: Ibu orang Batak ya?
Ibu Batak: Iya eda, kenapa rupanya?
Ibu Jawa: Kenapa ya orang Batak semua daging dimakan, dari tikus sawah, anjing, babi, celeng dll?
Ibu Batak: Kenapa rupanya? (sambil cemberut karena merasa nggak suka ditanya begitu)
Ibu Jawa: Iya, kan masih banyak ayam, bebek, kerbau, kambing yang lazim di makan orang?
Ibu Batak: (dengan wajah di kalem2 in ... cool face kata anak sekarang) Sebenarnya ya Bu, karena dilarang pemerintahnya, kalau tidak ... Ibu pun ku makan ...
(si Ibu Jawa pun langsung mencet bel supaya sudaco nya berhenti biar bisa turun dia, padahal tujuannya masih sejauh 10 tonggak listrik lagi ... takut kali dia digigit namboru kita itu)

NB: masih aktif nggak group 'Pakter Tuak, nai Malvinas dllnya.?

Salam,
Manurung
Ha.ha.ha..ha..
stego wrote on Sep 1, '07
Suami ku tahu kalo orang Batak itu sering di bilangin canibal, krn menurut cerita jaman dulu kalo orang Batak makan orang. Makanya dia sering mengganguin, kalo aku marah, katanya jangan kau makan aku yah :-))
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
stego said
Suami ku tahu kalo orang Batak itu sering di bilangin canibal, krn menurut cerita jaman dulu kalo orang Batak makan orang. Makanya dia sering mengganguin, kalo aku marah, katanya jangan kau makan aku yah :-))
kwa..ka..ka.ka
sondanglaw wrote on Sep 1, '07, edited on Sep 1, '07
keyakinan yang kuat atas suatu mitos adalah juga mitos ...he..he..he
Comment deleted at the request of the thread owner.
cmoniquee wrote on Sep 1, '07
hi..hi...tak kira batak makan orang itu emang benar2 serius, dari cerita yang katanya marga sinaga makan boru butar yah kalo ga salah (Japikir Sinaga), dengernya itu dari mama saya dulu, yang dimakan khan boru butar2 trus kebetulan mamaku itu boru butar jadilah kali dilebih2kan ceritanya yah...ha..ha..ha..
sondanglaw wrote on Sep 1, '07
kasus japikkir sinaga di pematang siantar kalo tak salah thn 1970 .. heboh ketika itu karena MENURUT PENGAKUANNYA dia membunuh dan memakan tetangganya Senti boru Butar-butar.. Tapi dalam persidangan tidak terbukti Japikkir memakan daging Senti. Dia terbukti melakukan pembunuhan berencana. Hampir sama dengan kasus Sumanto di Jawa tengah 4 tahun lalu. Sumanto mengaku makan daging seorang nenek untuk ilmu hitam, tapi tak ada bukti. Sumanto di vonnis menyalahgunakan mayat..
inongi wrote on Sep 1, '07
bah poang, aku tdk pedulilah ungkapan itu, bagi Ku sudah terlalu basilah, karena opung najalo dang makan jolma, alai makan daging babi hutan sama minum tuak, jadi ikut-ikutanlah aku sama makan saksak na taboi.
sondanglaw wrote on Sep 1, '07, edited on Sep 1, '07
correct..inongi, cullinary culture dan peradaban batak makan saksang - jangan lupa andaliman - baru sedaaap..
cmoniquee wrote on Sep 1, '07
btw kalo masak arsik ada resepnya ga bang ? tolong kalo ada diposting ye.
ozagmalorenzo wrote on Sep 2, '07
Sudahlah...mari kita buat acara kumpul2 Batak Multiply team..terus kita buat temanya Batak makan Na Ni ura, Sangsang, Na pinadar semualah kita buat....!!Gimana setuju......sian au tangiang!!
cmoniquee wrote on Sep 2, '07
setuju kale. top. top
gadaman wrote on Sep 2, '07
hi..hi...tak kira batak makan orang itu emang benar2 serius, dari cerita yang katanya marga sinaga makan boru butar yah kalo ga salah (Japikir Sinaga), dengernya itu dari mama saya dulu, yang dimakan khan boru butar2 trus kebetulan mamaku itu boru butar jadilah kali dilebih2kan ceritanya yah...ha..ha..ha..
Benar ... dan sepertinya sejak kejadian Japikir tsb, sejarah suku Batak yang ada hubungannya denga 'kanibalisme' jadi terpublikasi, sehingga masyarakat Indonesia lainnya jadi 'aware' dan mungkin istilah 'batak makan orang' jadi populer sejak itu ...

Praktek kanibalisme sudah terjadi dari jaman batu hingga jaman sekarang bahkan mungkin akan terjadi di masa depan.
Beberapa praktek kanibal:
1. Orang Jepang makan orang Australia (in early English Arctic report)
2. Orang lokal di Papua new Guinea di zaman perang dunia ke 2.
3. Orang Maori di New Zealand di dekade 1800s (perdangan tengkorak manusia setelah daging2 nya di konsumsi)
4. Masih ingat kejadian di zaman modern, kecelakaan pesawat di Andes - Amerika Selatan (sekitar 20-30 tahun lalu), para korban yang selamat pada saat itu memakan fellow passenger yang sudah mati untuk bisa bertahan hidup menunggu bantuan datang ...
5. dll.

Banyak alasan kenapa harus menjadi kanibal dan itu sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di dunia ini ....

So, praktek kanibalisme dalam sejarah orang Batak.... aku percaya itu pernah terjadi ... bukan harus 'to be ashamed of' ... it's not to be proud of ... but it happened ... so what ...

Salam,
Gadaman
gadaman wrote on Sep 2, '07
btw kalo masak arsik ada resepnya ga bang ? tolong kalo ada diposting ye.
Try this recipe: http://resep.dekap.com/arsikikanmas.php

Bisa kirim fotonya kalau sudah jadi arsiknya, at least pasombu sihol ...

Salam,
Gadaman
rinabananarama wrote on Sep 2, '07, edited on Sep 2, '07
Sudahlah...mari kita buat acara kumpul2 Batak Multiply team..terus kita buat temanya Batak makan Na Ni ura, Sangsang, Na pinadar semualah kita buat....!!Gimana setuju......sian au tangiang!!
Sian au sira dohot ajinomoto. Saotik ma da.. ala boi do gabe jattungon dohot kankeron molo godang-godang. Songoni ma jolo sian ahu Nai Kuntuk. Horas bah,
sondanglaw wrote on Sep 2, '07
gadaman wrote on Sep 2
(rinabananarama said
"Sorry nyeletuk: Jangan marah ya.. kalo tak salah "Gadaman" itu
artinya kurapan akibat sakit Lepra . Huahahahahah...")
"Gada" middle name ku ... bahasa Batak, artinya 'bayi yang aktif, bergerak
terus kalau lagi nggak tidur', 'Man' singkatan Manurung ...
Salam,
Gadaman
sondanglaw wrote on Sep 2, '07
amanta raja dohot inanta soripada, encik dan puan, gli amici amici,
herr und frau, ladies and gents,
makasih atas semua respond..tapi mohon maaf saya hrs delete kata-kata pada reply yg tidak pantas menurut adat ketimuran..
sedang selebihnya, perbedaan pendapat sangat dijunjung tinggi dalam situs ini, yang tetap menganut semboyan revolusi perancis "liberte, egalite, fraternite"..
jadi selanjutnya ... torushon hamu ma lae dohot ito ate..he..he..he
sondanglaw wrote on Sep 2, '07, edited on Sep 2, '07
lae gadaman,
ungkapan itu sudah ada jauh sebelum kasus japikkir ..sudah saya jelaskan sejak zaman belanda.. yang semuanya berasal dari tulisan sarjana barat (dimulai dari buku william marsden diatas ( -- bahkan mungkin juga jauh sebelumnya Niccolo di Conti (1449), Odoardos Barbosa (1516), de Barros (1563), Beaulieu - yang menulis tentang suatu bangsa yang biadab di pedalaman Sumatra, yang mau makan daging manusia, suka berperang, tidak beragama tapi cuma sedikit keramah-tamahan). Semua citra tentang bangsa biadab yang ditulis oleh orang yang belum pernah bergaul langsung itu menjadi pupus. Ternyata para kelana, misionaris dan sarjana Barat lain menemukan suatu bangsa yang punya sistem kepercayaan yang unik. Punya tertib hukum, sistem kekerabatan yang rapih, sistem tekonologi pengairan (bondar) yang rapi yang dialirkan ke berbagai desa sambung menyambung, sistem tukar menukar ekonomi dan perdagangan di pasar (onan) yang terselenggara teratur, peradilan yang dilaksanakan dalam suatu forum yang bebas di toguan. Bahkan sistem politik yang memiliki hirarki kekuasaan politik yang bermula pada huta, horja dan memuncak pada federasi bius yang ditopang oleh raja-raja huta, dewan bius serta parbaringin (kelas pendeta). Apakah bangsa yang biadab, suka berperang antar sesama, makan daging manusia, menyembah pohon dan hantu-hantu, dsb itu bisa melahirkan sistem sosial, ekonomi,politik yang yang teratur ini? Tentu tidak mungkin.. Jadi bukan soal malu (ashame) atau tidak.. Tetapi seperti sudah saya sebut, penguasa kolonial dan juga
misionaris memberi cap demikian untuk justifikasi pada pekerjaannya. Demikian maksudnya.
Soal Arsik mohon jangan lupa dibagi rata (kalo udah masak!)..ha..ha..ha
cmoniquee wrote on Sep 2, '07
gadaman wrote on Sep 2
(rinabananarama said
"Sorry nyeletuk: Jangan marah ya.. kalo tak salah "Gadaman" itu
artinya kurapan akibat sakit Lepra . Huahahahahah...")
"Gada" middle name ku ... bahasa Batak, artinya 'bayi yang aktif, bergerak
terus kalau lagi nggak tidur', 'Man' singkatan Manurung ...
Salam,
Gadaman
Hi Ito Gada, marga manurung ye ? aku juga borman lho, salam kenal ye...gbu.
wsaragih wrote on Sep 3, '07
Saya juga pernah baca tulisan yang bersumber dari cerita lisan, bahwa di Raya (Simalungun) hal yang sama dipraktekkan, dimana tubuh seorang musuh dimakan oleh orang yang mengalahkannya.

Memang mengerikan, tetapi begitulah kita.
gadaman wrote on Sep 3, '07
lae gadaman,
ungkapan itu sudah ada jauh sebelum kasus japikkir ..sudah saya jelaskan sejak zaman belanda.. yang semuanya berasal dari tulisan sarjana barat (dimulai dari buku william marsden diatas ( -- bahkan mungkin juga jauh sebelumnya Niccolo di Conti (1449), Odoardos Barbosa (1516), de Barros (1563), Beaulieu - yang menulis tentang suatu bangsa yang biadab di pedalaman Sumatra, yang mau makan daging manusia, suka berperang, tidak beragama tapi cuma sedikit keramah-tamahan). Semua citra tentang bangsa biadab yang ditulis oleh orang yang belum pernah bergaul langsung itu menjadi pupus. Ternyata para kelana, misionaris dan sarjana Barat lain menemukan suatu bangsa yang punya sistem kepercayaan yang unik. Punya tertib hukum, sistem kekerabatan yang rapih, sistem tekonologi pengairan (bondar) yang rapi yang dialirkan ke berbagai desa sambung menyambung, sistem tukar menukar ekonomi dan perdagangan di pasar (onan) yang terselenggara teratur, peradilan yang dilaksanakan dalam suatu forum yang bebas di toguan. Bahkan sistem politik yang memiliki hirarki kekuasaan politik yang bermula pada huta, horja dan memuncak pada federasi bius yang ditopang oleh raja-raja huta, dewan bius serta parbaringin (kelas pendeta). Apakah bangsa yang biadab, suka berperang antar sesama, makan daging manusia, menyembah pohon dan hantu-hantu, dsb itu bisa melahirkan sistem sosial, ekonomi,politik yang yang teratur ini? Tentu tidak mungkin.. Jadi bukan soal malu (ashame) atau tidak.. Tetapi seperti sudah saya sebut, penguasa kolonial dan juga
misionaris memberi cap demikian untuk justifikasi pada pekerjaannya. Demikian maksudnya.
Soal Arsik mohon jangan lupa dibagi rata (kalo udah masak!)..ha..ha..ha
Setuju ... maksud aku jadi semakin popular karena bukan hanya diberitakan di SIB atau Waspada saja, tapi Jawa Pos, Samarinda Pos, dll juga memuat berita itu dan ulasan2 yang berkaitan di halaman pertama, jadi semakin meluas saja istilah 'batak makan orang' itu ke daerah2 lain di Indonesia ...

Salam,
Gadaman
gadaman wrote on Sep 3, '07
Hi Ito Gada, marga manurung ye ? aku juga borman lho, salam kenal ye...gbu.
Horas Ito,
Salam kenal juga ...
Jangan lupa ... kalau sudah jadi arsiknya ... at least fotonya di share ya ...

Yang sudah lama nggak makan arsik, sangsang 'en naniura,
Gadaman.
tantetika wrote on Sep 6, '07
apapun pendapat orang aku tetap bangga jadi orang batak.
sondanglaw wrote on Sep 6, '07
ok bangga ma dah ate ito .. saksang dan na pinadar mantap!
ibrani wrote on Sep 6, '07
menurut saya mungkin sekali kalau jaman dulu suku batak maupun suku2 bangsa lainnya itu kanibal. di eropa pun hal itu cukup terbuka bahwa raja-raja jaman dulu juga suka menyantap daging musuhnya.

tulah akibat bangsa batak dan bangsa2 lain di dunia diperbudak oleh kuasa kegelapan dan belum mengenal Tuhan yang sejati. yang penting bukan yang dulu tetapi bagaimana sekarang dan ke depan.
sondanglaw wrote on Sep 6, '07, edited on Sep 6, '07
terima kasih lae ibrani ..
Cuma saya mau highlited soal "akibat bangsa batak dan bangsa2 lain di dunia diperbudak oleh kuasa kegelapan" ..Menurut saya agak tendensius dan problematik..Sekarang pandangan misiologi sudah meninggalkan konsep ini. Ternyata bangsa "primitif" pun punya kearifan sendiri. Dan setelah diperkenalkan pada agama dan peradaban - apakah lebih beradab bangsa moderen sekarang> Bahkan gagasan kuat mengatakan agama sekarang (apalagi di dunia Barat) sudah tak beriman, agama tanpa iman (religio der unglabe). Tapi, soal-soal misiologi (dan teologi) terlalu serius nanti disini lae .. ok bruder..danke
sondanglaw wrote on Sep 6, '07, edited on Sep 6, '07
Saya juga pernah baca tulisan yang bersumber dari cerita lisan, bahwa di Raya (Simalungun) hal yang sama dipraktekkan, dimana tubuh seorang musuh dimakan oleh orang yang mengalahkannya.

Memang mengerikan, tetapi begitulah kita.
lae saragih,
tolong dikaji soal simalungun..saya kurang tahu banyak ..soalnya penulis tentang simalungun sangat sedikit, padahal punya keunikan dengan kerajaan yang sentralistis (pertuanan) karna pengaruh hindu yang kuat .. waiting for ur posts on this..bahen nasiam ma atei - tarima kasih
ibrani wrote on Sep 6, '07
oke lae nanti saya coba jelaskan di blog saya :D
orchidsblau wrote on Sep 6, '07
Batak jaman sekarang sih lebih tahan banting --- mental baja , gitu lhooo,...no give up! Kerja keras, dan makan yang enak2. Terima kasih dongeng ttg batak mkn org. Untung aja suamiku belom tau tuh, kalo nga ntr dia makan aku duluan, hahahahaha..... I´m proud to be Batak´s girl. God bless you all!
gadaman wrote on Sep 6, '07
Batak jaman sekarang sih lebih tahan banting --- mental baja , gitu lhooo,...no give up! Kerja keras, dan makan yang enak2. Terima kasih dongeng ttg batak mkn org. Untung aja suamiku belom tau tuh, kalo nga ntr dia makan aku duluan, hahahahaha..... I´m proud to be Batak´s girl. God bless you all!
Good for you ito ...
orchidsblau wrote on Sep 6, '07
ai ai, captent
wsaragih wrote on Sep 6, '07
lae saragih,
tolong dikaji soal simalungun..saya kurang tahu banyak ..soalnya penulis tentang simalungun sangat sedikit, padahal punya keunikan dengan kerajaan yang sentralistis (pertuanan) karna pengaruh hindu yang kuat .. waiting for ur posts on this..bahen nasiam ma atei - tarima kasih
Saya tidak yakin kalau saya orang yang tepat untuk hal ini.
Saya baru berusaha mendalami pengetahuan tentang Simalungun selama 5 tahun belakangan ini.
Tapi jika saya ada pengetahuan dan ada kesempatan, pasti akan saya coba.
Horas.
sondanglaw wrote on Sep 7, '07
ok gut orchidsblau .. mantap!
rusxoxogultom wrote on Sep 9, '07
Suku lain juga dulu makan org ;)) krn jaman perang gak ada lagi makanan...terpaksa makan sesamalah...hauahau, cuman yg menceritakan batak makan orang, tidak melihat suku laen makan orang saat itu...karena dia di sumatra..... hauahauahauah. Just Kidding...tp siapa tau ??? BTW ...mantap tulisanya..
sondanglaw wrote on Sep 10, '07
makan kuetiau aja di jl cipto..ha..ha..ha
sibabiat wrote on Sep 20, '07, edited on Sep 20, '07
Tengkorak yang dilihat Miller digantung di ‘sopo’ adalah tengkorak musuh yang dibunuh. Tetapi pemandu yang menemani Miller menambahkan bumbu bahwa dagingnya sudah dimakan dua bulan lalu. > tapi ini tidak ada saksi dan hanya cerita si Pemandu saja.

Tahun 1834 Munson dan Lyman, dua misionaris Amerika tewas dibunuh di cegat penduduk di Lobu Pining, Silindung. > katanya (ini katanya loh, tidak ada saksi yg bercerita) setelah dibunuh, lalu dagingnya dimakan. Sebelum Lyman & Munson, telah lebih dulu Burton, Ward, Evans datang ke Silindung 14 May 1824, mereka tinggal selama kurang lebih 7 hari di Silindung, dan sempat mengajar dan khotbah, orang batak waktu itu sangat antusias dan besar rasa ingin tahunya. kenapa nggak dimakan orang batak juga?
sondanglaw wrote on Sep 20, '07
ya itulah kekeliruannya lae..
harlenmanurung wrote on Sep 26, '07
Wakakaka...wakakakaak...
Mansai lussu do carita on bah...
Wakakaaka..wakakakak

Gak tau lagi mau nulis apa jadinya..
sondanglaw wrote on Sep 27, '07
gak perlu nulis lagi..lae bagian mekkel aja lah sama minum tuak!
SmileyCentral.com
seph2000 wrote on Nov 15, '07
ORANG BATAK MAKAN ORANG.....!!!!!
toho doi lae.....?????
kodok26 wrote on Jan 20
Aq juga pengen mkn orang bahhh biar takut orang sama aku...!!!!!!!!!!
asa huraprap sude jolma angka na pajago-jagohon....!!
hikzzzz... ( Just dinding.)
sondanglaw wrote on Jan 21
kodok26 said
Aq juga pengen mkn orang bahhh biar takut orang sama aku...!!!!!!!!!!
asa huraprap sude jolma angka na pajago-jagohon....!!
hikzzzz... ( Just dinding.)
hati-hati kalo makan ada holi-holi
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.