Penyanyi bersuara langit, Russel Watson ini dikenal luas sejak menyanyi pada
partai puncak liga utama Manchester United lawan Tottenham Hotspur tahun 1999.
Seterusnya mengumandangkan suara emasnya lagi pada final Piala Eropa.
Dia tak pernah bercita-cita sebagai penyanyi profesional meski sudah sejak kecil
suka menyanyi. Semula Watson yang lahir tahun 1966 bekerja bengkel. Sesudah menikah, dia nyanyi di kelab-kelab malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga barunya dengan seorang anak bayi.
Titik balik terjadi saat dia disuruh bawakan lagu Nessun Dorma nya Puccini
suatu malam

di kelab itu. Penguasaan bahasa Italinya melengkapi tiket untuk menjadi
penyanyi tenor belantika musik klasik. Mulailah debut sehingga orang mulai membandingkannya dengan para tenor kelas dunia, Pavarotti, Domingo, Carreras dll.
Menurut saya, Watson adalah Carreras digabung dengan Bocelli ditambah Jon Bon Jovi. Jadi satu. Dia bisa nyanyi pop rock. Ini membedakan dengan penyanyi tenor klasik lainnya.
Setelah sukses dengan album-albumnya-sekonyong konyong cobaan menerpa. Watson divonnis tumor otak tahun 2005. Ini membuatnya sress berat. Untung masih bisa merampungkan satu album "That's life" tahun 2006. Sehabis operasi tumor -masih mengadakan tur di Inggris, mungkin yang terakhir, bulan Maret 2007 lalu. Watson punya dua putri, Rebecca (12) dan Hannah (6).
"Amore e musica" salah satu tembangnya yang syahdu, juga disukai putri saya (9 th), malah sudah hapal nyanyi dalam bahasa Itali!
click here to play Amore e musica